Sejak kecil, orang tua Saya khususnya ayah mengajarkan Saya untuk memupuk kemandirian dalam diri. Ia selalu menceritakan pengalamannya sewaktu muda, jerih payahnya meraih cita-citanya, jatuh bangun membangun keluarga kecilnya, mengajarkan betapa pentingnya menikmati setiap proses yang terjadi, dan selalu sabar menghadapi rintangan dan tantangan yang ada. Mama juga mengajarkan untuk tegar, tidak boleh mudah mengeluh, karena sesungguhnya setiap masalah yang ada itu haruslah diselesaikan dengan sabar dan ikhlas. Karena tak selamanya apa yang dibayangkan buruk itu akan terjadi hal yang buruk juga.
Tak lupa pula dalam segi agama, ayah selalu memupuk rasa cinta kepada Allah SWT kepada Saya dengan membiasakan sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarusan bersama. Tak hanya kebiasaan itu, ayah juga mendaftarkan Saya ke Yayasan Pendidikan Agama. Disana pada setiap sore hari mengajarkan pendidikan agama Islam, seperti kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam, kisah-kisah Nabi dan Rasul-Nya, perjuangan-perjuangan khalifah guna mempertahankan agama Islam, dan sejarah-sejarah Islam, sehingga ayah tidak terlalu sulit lagi dalam membimbing kami dalam mengajarkan agama Islam. Kami juga diajarkan komitmen untuk menutup aurat dengan menggunakan hijab sedari SMP, belajar berpuasa sedari SD kelas 2, dan menjaga diri karena sudah baligh.
Hal yang terpenting lainnya, Ayah selalu memberikan motivasi-motivasi dalam hal pendidikan, mensupport tanpa batas, Ayah tidak pernah menuntut Saya dalam memilih cita-cita dan masa depan kedepan yang akan Saya jalani. Karena menurutnya segala sesuatu yang dipilih sendiri lebih berpengaruh besar ke diri sendiri dibandingkan menjalankan pilihan dari orang lain. Biasanya Mama memberikan hadiah kepada Saya apabila Saya mendapatkan juara di kelas dan mengajak kami liburan ke tempat yang kami inginkan. Karena mereka bilang segala sesuatu yang indah memang harus dicapai walaupun dengan susah payah, namun bukan berarti hal yang susah itu berdampak buruk bagi kehidupan.
Di era modern ini, perkembangan teknologi seperti HP ataupun tablet yang saat ini membuat remaja lupa waktu karena selalu asyik menggunakannya. Namun Ayah sangat melarang keras menggunakan HP pada saat-saat tertentu seperti saat makan, berkumpul dengan keluarga besar, berdiskusi dengan Ayah dalam membahas masa depan, karena segala sesuatu harus dapat kita lakukan dengan pintar membagi-bagi waktunya. Namun Ayah mengajarkan bahwa teknologi atau ilmu komunikasi harus kita gunakan dengan sebaik mungkin, seperti menggunakan sosial media guna berkomunikasi dengan keluarga besar yang berada jauh di kota yang berbeda, sehingga menciptakan kekeluargaan yang harmonis.
Senin, 30 November 2015
Disiplin yang Tercipta dari Kemandirian Diri
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Halo, semuanya, tolong, saya dengan cepat ingin menggunakan media ini untuk membagikan kesaksian saya tentang bagaimana Tuhan mengarahkan saya kepada pemberi pinjaman yang benar-benar mengubah hidup saya dari kemiskinan menjadi seorang wanita kaya dan sekarang saya memiliki kehidupan yang sehat tanpa tekanan dan kesulitan keuangan,
BalasHapusSetelah berbulan-bulan mencoba mendapatkan pinjaman di internet dan saya telah ditipu dari 400 juta, saya menjadi sangat putus asa dalam mendapatkan pinjaman dari kreditor online yang sah dalam kredit dan tidak akan menambah rasa sakit saya, jadi saya memutuskan untuk meminta saran kepada teman saya tentang bagaimana cara mendapatkan pinjaman online, kami membicarakannya dan kesimpulannya adalah tentang seorang wanita bernama Mrs. Maria yang adalah CEO Maria Loan. Perusahaan
Saya mengajukan jumlah pinjaman (900 juta) dengan suku bunga rendah 2%, sehingga pinjaman yang disetujui mudah tanpa stres dan semua persiapan dilakukan dengan transfer kredit, karena fakta bahwa itu tidak memerlukan jaminan untuk transfer. pinjaman, saya hanya diberitahu untuk mendapatkan sertifikat perjanjian lisensi mereka untuk mentransfer kredit saya dan dalam waktu kurang dari dua jam uang pinjaman telah disetorkan ke rekening bank saya.
Saya pikir itu lelucon sampai saya menerima telepon dari bank saya bahwa akun saya telah dikreditkan dengan jumlah 900 juta. Saya sangat senang bahwa akhirnya Tuhan menjawab doa saya dengan memesan pemberi pinjaman saya dengan kredit saya yang sebenarnya, yang dapat memberikan hati saya harapan.
Terima kasih banyak kepada Ibu Maria karena telah membuat hidup saya adil, jadi saya menyarankan siapa pun yang tertarik mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Ibu Maria dengan baik melalui E-mail (mariaalexander818@gmail.com) ATAU Via Whatsapp (+1 651-243 -8090) untuk informasi lebih lanjut tentang cara mendapatkan pinjaman Anda,
Jadi, terima kasih banyak telah meluangkan waktu Anda untuk membaca tentang kesuksesan saya dan saya berdoa agar Tuhan melakukan kehendak-Nya dalam hidup Anda.
Nama saya adalah kabu layu, Anda dapat menghubungi saya untuk referensi lebih lanjut melalui email saya: (kabulayu18@gmail.com)
Terima kasih semua.