Selasa, 01 Desember 2015

Be A Colleger is An Advanture

Pertama kali tinggal di kota Bandung memanglah bukan hal yang mudah untuk dijalani. Misalnya seperti mulai membiasakan cara berbicara teman-teman disini, membiasakan masakan dan makanan yang berbeda dari tempat asal, dan membiasakan lingkungan dan cuaca yang berbeda. Pembiasaan-pembiasaan tersebut tentunya memanglah tidak mudah, Saya memiliki kendala, namun kendala tersebut tidaklah menjadi penghalang Saya untuk bergaul dengan teman-teman baru. Walaupun dari suku yang berbeda, dan pastinya memiliki kebudayaan yang berbeda pula, apalagi Saya berasal dari kot Medan yang dikenal sebagai orang yang agak "keras". Tujuan Saya bergaul dengan teman-teman itu adalah bagaimana caranya agar pandangan negatif mereka tentang orang yang berasal dari Medan tersebut tidak seperti yang mereka bayangkan. Menurut Saya, perbedaan kebudayaan bukanlah suatu masalah besar untuk berjalannya suatu persahabatan.
Menjadi seorang mahasiswa di kota Bandung juga harus memiliki kematangan-kematangan seperti harus dapat memanage uang yang diterima dan yang dikeluarkan, harus selalu memiliki dan menjaga kondisi badan yang selalu fit karena pasti banyak kurang tidur atau begadang yang disebabkan oleh banyaknya tugas yang diberikan, menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, dan harus dapat membedakan mana pergaulan yang baik ataupun pergaulan yang buruk yang seharusnya dijauhi dan dihindari.
Meskipun merantau bukanlah hal baru dan pertama bagi Saya, namun merantau di Bandung sangat menguras tenaga Saya. Seperti menghadapi pandangan-pandangan negatif yang disampaikan kepada keluarga Saya akan kekhawatiran-khawatiran mereka terhadap pergaulan Saya kelak disini dapat merusak kepribadian Saya, apalagi dipandang dari kota Bandung yang merupakan kota metropolitan yang tingkat kejahatannya lumayan tinggi, jadi mereka mengkhawatirkan akan keselamatan Saya disini, dan makanan-makanan yang kurang sehat. Kemudian tugas Saya harus dapat meyakinkan keluarga Saya bahwa kekhawatiran-khawatiran tersebut tidak akan terjadi karena Saya pasti dapat memilah-milah mana yang benar dan mana yang buruk, menjaga diri, serta dapat memilih makanan apa yang baik untuk dikonsumsi.

Happy Life is Happy Family



            Hallo, perkenalkan Saya Syntiara Findha, 18 tahun, Saya anak ketiga dari lima bersaudara, yang biasa dipanggil Tia. Menurut cerita Mama, arti nama Saya Synto yang artinya obat atau peralatan medis yang berguna untuk merangsang keluarnya bayi dari rahim seseorang, karena katanya Saya melebihi batas tanggal lahir dan pada saat itu Mama menginginkan sebuah perhiasan mutiara yang kemudian membuat Ayah bingung bagaimana mengabulkannya. Karena di zaman dahulu masih zaman susah, jadi Ayah hanya mengabaikan permintaan Mama saja, namun lama kelamaan Mama terus-menerus meminta perhiasan mutiara tersebut yang pada akhirnya membuat Ayah bingung dan akhirnya mendapatkan ide untuk meminjam perhiasan tersebut dengan rekan kerjanya yang kebetulan memiliki toko perhiasan. Seusai Ayah memberikan perhiasan tersebut, Mama dengan senangnya memegang perhiasan tersebut. Hingga pada keesokan harinya Saya lahir. Maka dari itu Saya dinamakan Tiara yang memiliki arti mutiara. Dan arti Findha adalah singkatan nama kakak-kakak Saya, Fanny dan Adha. Kakak Saya yang paling tua bernama Fanny Nurina, 23 tahun, Ia sudah menikah, dia sekarang sedang bekerja di kantor BNN kota Binjai. Kata orang, Saya sangat mirip dengannya, tak tahu dari segi fisik maupun sifat dan sikap. Emang sih Saya juga merasakan hal yang sama, Ia selalu jadi tempat curhat Saya dalam berbagai hal. Lain halnya seperti kakak Saya yang kedua, Adha Wiradani, 21 tahun, Ia baru saja lulus dari gelar sarjananya di D3 Manajemen Pemasaran Politeknik Pos Bandung yang cenderung memiliki sikap yang agak cuek dan tomboy yang terkadang membuat Saya kurang nyambung untuk berbicara dengannya. Sifat tersebut juga sama dengan adik Saya yang pertama yang bernama Ratu Namira, 9 tahun. Namanya saja yang Ratu namun kelakuannya seperti laki-laki. Dia juga tomboy dan sedikit pemarah. Adik Saya yang paling kecil masih berumur 1 tahun yang sifatnya masih belum diketahui, namun Ia tak bisa jauh dari Ayah dan Mamanya. Oiya, Ayah Saya bekerja sebagai kepala di kantor BNN kota Binjai, Ia berusia 52 tahun. Ayah termasuk orang yang agak cuek dengan anak-anaknya, karena Ayah tidak mau memanjakan anak-anaknya, Ia selalu mengajarkan kami untuk berkehidupan mandiri dan harus percaya diri. Namun cuek bukan berarti tidak peduli, maklum namanya juga seorang pria yang harus terlihat gagah dan kuat di depan anak-anaknya, Ia selalu tegas dan sabar dalam menghadapi kami keluarga kecilnya. Sejak Saya duduk di bangku SMP kelas 1 semester 2 Mama meninggalkan kami karena sakit yang telah lama Ia derita, namun hal tersebut tidak membuat kami hancur, dengan cobaan ini kami terdidik lebih dewasa dalam menghadapi masalah seberat apapun, harus tetap sabar dan menghadapinya dengan senyuman. Beberapa tahun setelah kepergian Mama Ayah menikah lagi dengan seorang wanita karier yang kemudian berubah profesi sebagai ibu rumah tangga semenjak menikah. Ia sangat baik dan perhatian terhadap Ayah dan anak-anaknya meskipun kami bukan anak kandungnya namun perhatiannya tak terbedakan.

Event Organizer



 

PROPOSAL INFORMATION COMMUNICATION AND TECHNOLOGY
         JUDUL PROGRAM       
PEMESANAN EVENT ORGANIZER MELALUI APP HANDPHONE





Diusulkan Oleh:
  M.Fariz Al Hafiz                     1502152159                2015
  Syntiara Findha                        1502154379                2015
   Dicky Adhityakusuma             1502150069                2015
   M.Janna Nurraga                     1502154149                2015
   Veronica De F. De Araujo      1502153449                2015





UNIVERSITAS TELKOM
BANDUNG

2015










Latar belakang
Seiring berjalannya waktu dimana teknologi mulai berkembang dengan pesat, masyarakat mulai malas untuk jalan dari suatu tempat ke tempat lain hanya untuk menyampaikan suatu pesan atau untuk memesan sesuatu. Karenanya kami membuka suatu kewirausahaaan seperti Event Organizer yang cara pengorderannya bisa melalui aplikasi yang di download menggunakan internet. Ini bertujuan untuk memudahkan para costumer yang ingin menggunakan jasa kami dan dengan mudah memesan jasa kami tanpa harus datang ke office kami. Pada dasarnya, tugas dari EO adalah membantu kliennya untuk dapat menyelenggarakan acara yang diinginkan. Bisa jadi hal ini karena keterbatasan sumberdaya atau waktu yang dimiliki client, namun penggunaan jasa EO juga dimungkinkan dengan alasan agar penyelenggaraannya profesional sehingga hasilnya lebih bagus daripada dikerjakan sendiri.


A.   Study kelayakan
1.      What : Jasa Event organizer untuk mempersiapkan acara pernikahan, perpisahan, kelulusan dan ulangtahun.
2.      Who : Kami membuka pelayanan jasa tersebut untuk membantu masyarakat yang ingin mengadakan acara tapi jadwal mereka yang padat membuat mereka lelah dan tidak bisa mempersiapkannya. Jadi jasa ini untuk membantu mereka mengadakan acara sesuai keinginan mereka.
3.      Why : Dengan majunya teknologi zaman sekarang semua masyarakat mulai malas untuk pergi ke suatu tempat untuk mengorder barang ataupun jasa. Jadi kami membuka usaha jasa tersebut yang process pengorderannya melalui internet dengan mendownload aplikasi kami yang sudah ada.
4.      When : Jasa tersebut digunakan disaat masyarakat yang ingin mengadakan suatu acara tapi dengan kepadatan kegiagatan mereka disaat itulah mereka memesan jasa kami dengan mengorder melalui aplikasi kami.
5.      Where : kami baru membuka usaha tersebut di kota Bandung yang terletak di Jl. Sukabirus tetapi para costumer bisa mengorder jasa kami memalui aplikasi.
6.      How : kami mempromosikan jasa kami melalui media social dengan menunjukan atau memasangkan gambar-gambar acara-acara yang sudah pernah kami persiapkan. Bukan cuma itu tapi kami juga sering membuat acara untuk mempromosikan jasa kami dengan mengundang para costumer setia kami untuk menjadi tamu sharing tentang jasa kami. Selain itu kami juga mempromosikan jasa kami dari mulut ke mulut sehingga semua orang tau jasa yang kami tawarkan disamping itu kami menawarkan harga promosi selama 4 bulan dimana mendapat potongan sebesar 30% khusus untuk wedding part, farewell party dan birthday party.


B.   Rangkaian Anggaran Biaya (RAB)
Adapun rangkaian biaya untuk modal yang kami persiapkan untuk pembuatan jasa order event organizer online sebagai berikut
Tempat
Kami menyewa sebuah ruko untuk penyimpanan alat-alat yang akan dipergunakan dengan harga : Rp 30.000.000
No
Jenis Peralatan
Harga (Rp.)
1
Kantor
20.000.000
2
Gaji Karyawan
80.000.000
3
Biaya Transportasi
100.000.000
4

Peralatan
640.000.000
5
Biaya Pembuatan Aplikasi
50.000.000
6
Biaya Perijinan Event
10.000.000
7
Periklanan
100.000.000


C.   Tarif Penyewaan Event Organizer
Di sini kami menyediakan opsi paket-paket hemat yang bisa anda pilih yang tentunya harganya lebih terjangkau daripada menyewa dengan harga satuan.
Berikut paket-paketnya sebagai berikut
a.       Wedding party
Bronze                     : Rp.50.000.000
Silver                       : Rp.180.000.000
Gold                        : Rp.550.000.000
b.      Farewell party
           Bronze                    : Rp.30.000.000
           Silver                      : Rp.100.000.000
           Gold                        : Rp.250.000.000
c.       Graduation party
Bronze                     : Rp.25.000.000
Silver                       : Rp.80.000.000
Gold                        : Rp.230.000.000

Senin, 30 November 2015

Mempergunakan Teknologi, Bukan dipergunakan Teknologi

Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidaklah bisa ditebak maupun dihindari. Contohnya di era ’80-an, penduduk Indonesia maupun dunia masih belum mengenal teknologi canggih, penduduk masih memiliki pola pikir sederhana dan cenderung sensitif. Penduduk di era ini masih mengirimkan surat melalui kantor pos ataupun lewat telegram. Adapun warung telepon (wartel) yang dapat dikunjungi apabila ada keperluan, seperti urusan kantor dan memberi kabar atau informasi kepada keluarga, teman, maupun pasangan. Itupun harus mengantre dengan beberapa orang yang memiliki keperluan yang sama, dan harus memiliki dan menghafal nomor telepon tujuan. Alat bantu pekerjaan seperti komputer sayangnya hanya dimiliki oleh beberapa orang saja, yaitu orang-orang yang berpenghasilan tinggi yang “mampu” membeli komputer tersebut. Penduduk di era ini juga cenderung masih menggunakan kendaraan umum seperti; becak, angkutan kota (angkot), bis, metro mini, ataupun bersepeda. Begitu juga kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil yang hanya dimiliki oleh sebagian orang “menengah ke atas”.
Pola pikir penduduk dunia khususnya penduduk Indonesia masih tradisional dan sederhana, masih berpegang teguh dengan tradisi dari nenek moyang, aturan-aturan yang berlaku dalam suku tersebut, masih mempercayai hal-hal yang bersifat mistis dengan menyembah dan memberikan sesajen untuk arwah-arwah nenek moyang atau yang mereka percayai lainnya, masyarakat yang terkenal ringan tangan yang masih membudayakan bergotong-royong, ramah tamah, peduli dengan lingkungan sekitar dengan saling tolong menolong dengan sesama masyarakat, dan masih sangat tunduk dengan peraturan ataupun perintah dari orang yang lebih tua. Adapun matapencaharian penduduk Indonesia sebagai petani dan nelayan. Tentu saja cara mereka bertani dan menangkap ikan menggunakan cara dan alat yang sederhana. Yaitu dengan cangkul, tenaga dari hewan kerbau, ataupun tenaga kerja dari petani lainnya. Adapun  jala, pukat, bubu, dan serkat ikan merupakan alat tradisional yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan, juga dengan menggunakan kapal yang sederhana.
Seiring berjalannya waktu, teknologi pun masuk dengan cara bertahap. Mulai masuknya telepon genggam/handphone (HP) yang awalnya hanya dimiliki oleh sebagian orang yang bekerja di perkantoran atau masyarakat yang berada di dunia kerja, merambat ke Mahasiswa, anak SMA, SMP, maupun SD. Sampai semakin majunya handphone tersebut menjadi teknologi berbasis Android maupun  iOS. Tanpa mengenal tua mudanya seseorang, setiap orang pasti memiliki handphone atau sekarang lebih dikenal dengan gadget. Di gadget ini sendiri pastinya sudah memiliki kapasitas kecepatan internet yang beragam, tergantung merk dan tipenya. Banyak pula ditawarkan berbagai macam merk dan tipe gadget, mulai dari Samsung, Sony Xperia, Nokia Lumia, Oppo, Lenovo, dan merk lainnya. Adapun merk yang sedang di gemari remaja saat ini adalah iPhone. Dengan bodynya yang kecil dan tipis, mudah di genggam, dengan kamera yang terang dan jernih yang dapat mengabadikan moment-moment favorit penggunanya. Aplikasi-aplikasi yang tersedia di gadget ini juga beragam, Playstore untuk Android dan Appstore untuk iOS. Di Playstore ataupun Appstore sendiri pun tersedia banyak aplikasi di dalamnya yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar. Ada aplikasi untuk mempost foto pribadi, update tempat dimana sekarang kita berada dan what are you watching or listening?, chatting dan videocall, e-mailing, browsing, update status, dan lain-lain. Jadi, kehidupan saat ini sangatlah efisien, tanpa pergi jauh-jauh dan menunggu berhari-hari dalam mengirim dan menerima pesan, kita dapat dengan mudah mengirim dan menerima pesan kapan saja dan dimana saja yang hanya memerlukan hitungan detik saja. Penggunaan komputer di era ini mulai merajai setiap rumah yang ada, dengan bantuan wifi speedy, penggunaan komputer ini menjadi semakin komplit. Namun hal ini tidaklah bertahan lama, kemudian terlahirlah teknologi baru yang bernama laptop. Yaitu komputer jinjing, maksudnya dengan fungsi dan kegunaan yang sama seperti komputer, namun lebih efisien, bisa dijinjing dan dibawa kemana-mana. Kemudian berganti zaman, muncul lah sebuah teknologi canggih, seperti handphone, namun dapat menyimpan data pdf, Microsoft office, dan software membuat laporan lainnya bernama tablet. Teknologi ini juga banyak diminati masyarakat, karena sangat efektif dalam penggunaan maupun membawanya kemanapun kita berada. Kendaraan seperti sepeda motor juga sudah merajai pasar produksi, apalagi sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di era ini. Bahkan, pengguna mobil pun bukan lagi dari golongan menengah keatas saja, melainkan tingkat pelajar ataupun mahasiswa juga, dan itu tak menjadi permasalahan bagi siapapun.
Pola pikir penduduk Indonesia pada saat ini juga sudah mulai berkembang, berpemikiran ke depan, mandiri, dan rasional. Masyarakat ini sudah mulai maju, sudah tidak terlalu mengikuti tradisi maupun adat lagi, dan mulai lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat mistis. Namun, hal ini menimbulkan dampak negatif, yaitu lunturnya budaya gotong-royong dan membantu sesama masyarakat sekitar. Di era ini masyarakat cenderung mementingkan diri sendiri dan individualisme, hal itu dikarenakan dampak dari sifat mandiri yang berkelanjutan. Tenaga kerja dari petani yang dipergunakan untuk membantu kelancaran kerja pun digantikan dengan alat-alat canggih yang cara kerjanya hanya diatur oleh satu petani saja. Misalnya seperti adanya traktor untuk membajak sawah. Juga dengan munculnya metode-metode baru dalam teknik penangkapan ikan dan terdapat peralatan elektronik seperti warna echo sounder, warna net recorder, satu set radar (deteksi radio dan mulai), dan sistem navigasi satelit.
Hal ini tanpa disadari dan diduga bahwa teknologi semakin lama seiring perkembangan zaman semakin maju dan berkembang. Kemudian dengan cepatnya manusia mengenal dan menggunakan teknologi baru tersebut. Padahal di era ’80-an manusia mungkin sama sekali tidak berpemikiran maju ataupun tidak berpemikiran akan adanya teknologi maju dan canggih yang muncul di bumi ini yang dapat meringankan beban manusia dalam berhubungan kapanpun dan dimanapun mereka berada, ataupun dengan siapa kita ingin berkomunikasi, mempermudah segala pekerjaan dalam membuat laporan dan makalah ataupun pekerjaan dibidang lainnya.
Kemungkinan kemunculan teknologi baru di lima tahun kedepan ataupun di masa depan menurut Saya tidak dapat ditebak, karena teknologi baru yang muncul bisa saja hal-hal yang tidak pernah kita fikirkan sebelumnya, atau bisa saja tidak masuk akal. Banyak orang yang memprediksi tentang teknologi di tahun 2020, yaitu:
-Internet akan berevolusi menjadi sarana komunikasi instan, tanpa peduli jarak
-Komputer kuantum komersial yang pertama akan tersedia pada pertengahan tahun 2020
-PC seharga US$1000 akan memiliki kemampuan memproses  setara dengan otak manusia, bahkan setara dengan otak manusia satu kampung
-Seluruh dunia masing-masing orang rata-rata akan menyimpan data pribadi sebesar 130 terabyte
-Di lima tahun kedepan akan ada lebih banyak perangkat yang online daripada manusianya
-Penerjemah bahasa universal akan menjadi hal yang umum di setiap perangkat
-Permukaan apapun dapat dijadikan layar tampilan
Menurut Saya, prediksi-prediksi tersebut bisa saja terjadi karena banyaknya teknologi yang tercipta kemudian diseimbangi dengan banyaknya peminat teknologi tersebut. Jadi, bisa saja ilmuan atau pencipta teknologi memperbaharui teknologi yang sudah ada menjadi teknologi yang lebih canggih yang membuat penggunanya puas terhadap teknologi ciptaan tersebut.
Jadi, teknologi itu bisa kapan saja berkembang dalam kurun waktu yang relatif singkat, namun tidak bisa kita hindari. Kita sebagai manusia (consument, user) hanya bisa menikmati, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi yang ada tersebut. Namun, kita harus mengontrol diri agar tidak terhanyut dan dipergunakan oleh teknologi canggih karena akan semakin lama semakin diperbaharui lagi sehingga lama-lama teknologi-teknologi tersebut lambat laun seperti merajai diri kita dan biasanya berdampak negatif terhadap kepribadian bangsa kita sendiri. Pergunakanlah teknologi canggih tersebut untuk mengasah pengetahuan dan sekedar kita tahu perkembangan teknologi saja.

Disiplin yang Tercipta dari Kemandirian Diri

Sejak kecil, orang tua Saya khususnya ayah mengajarkan Saya untuk memupuk kemandirian dalam diri. Ia selalu menceritakan pengalamannya sewaktu muda, jerih payahnya meraih cita-citanya, jatuh bangun membangun keluarga kecilnya, mengajarkan betapa pentingnya menikmati setiap proses yang terjadi, dan selalu sabar menghadapi rintangan dan tantangan yang ada. Mama juga mengajarkan untuk tegar, tidak boleh mudah mengeluh, karena sesungguhnya setiap masalah yang ada itu haruslah diselesaikan dengan sabar dan ikhlas. Karena tak selamanya apa yang dibayangkan buruk itu akan terjadi hal yang buruk juga.
Tak lupa pula dalam segi agama, ayah selalu memupuk rasa cinta kepada Allah SWT kepada Saya dengan membiasakan sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarusan bersama. Tak hanya kebiasaan itu, ayah juga mendaftarkan Saya ke Yayasan Pendidikan Agama. Disana pada setiap sore hari mengajarkan pendidikan agama Islam, seperti kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam, kisah-kisah Nabi dan Rasul-Nya, perjuangan-perjuangan khalifah guna mempertahankan agama Islam, dan sejarah-sejarah Islam, sehingga ayah tidak terlalu sulit lagi dalam membimbing kami dalam mengajarkan agama Islam. Kami juga diajarkan komitmen untuk menutup aurat dengan  menggunakan hijab sedari SMP, belajar berpuasa sedari SD kelas 2, dan menjaga diri karena sudah baligh.
Hal yang terpenting lainnya, Ayah selalu memberikan motivasi-motivasi dalam hal pendidikan, mensupport tanpa batas, Ayah tidak pernah menuntut Saya dalam memilih cita-cita dan masa depan kedepan yang akan Saya jalani. Karena menurutnya segala sesuatu yang dipilih sendiri lebih berpengaruh besar ke diri sendiri dibandingkan menjalankan pilihan dari orang lain. Biasanya Mama memberikan hadiah kepada Saya apabila Saya mendapatkan juara di kelas dan mengajak kami liburan ke tempat yang kami inginkan. Karena mereka bilang segala sesuatu yang indah memang harus dicapai walaupun dengan susah payah, namun bukan berarti hal yang susah itu berdampak buruk bagi kehidupan.
Di era modern ini, perkembangan teknologi seperti HP ataupun tablet yang saat ini membuat remaja lupa waktu karena selalu asyik menggunakannya. Namun Ayah sangat melarang keras menggunakan HP pada saat-saat tertentu seperti saat makan, berkumpul dengan keluarga besar, berdiskusi dengan Ayah dalam membahas masa depan, karena segala sesuatu harus dapat kita lakukan dengan pintar membagi-bagi waktunya. Namun Ayah mengajarkan bahwa teknologi atau ilmu komunikasi harus kita gunakan dengan sebaik mungkin, seperti menggunakan sosial media guna berkomunikasi dengan keluarga besar yang berada jauh di kota yang berbeda, sehingga menciptakan kekeluargaan yang harmonis.