Pertama kali tinggal di kota Bandung memanglah bukan hal yang mudah untuk dijalani. Misalnya seperti mulai membiasakan cara berbicara teman-teman disini, membiasakan masakan dan makanan yang berbeda dari tempat asal, dan membiasakan lingkungan dan cuaca yang berbeda. Pembiasaan-pembiasaan tersebut tentunya memanglah tidak mudah, Saya memiliki kendala, namun kendala tersebut tidaklah menjadi penghalang Saya untuk bergaul dengan teman-teman baru. Walaupun dari suku yang berbeda, dan pastinya memiliki kebudayaan yang berbeda pula, apalagi Saya berasal dari kot Medan yang dikenal sebagai orang yang agak "keras". Tujuan Saya bergaul dengan teman-teman itu adalah bagaimana caranya agar pandangan negatif mereka tentang orang yang berasal dari Medan tersebut tidak seperti yang mereka bayangkan. Menurut Saya, perbedaan kebudayaan bukanlah suatu masalah besar untuk berjalannya suatu persahabatan.
Menjadi seorang mahasiswa di kota Bandung juga harus memiliki kematangan-kematangan seperti harus dapat memanage uang yang diterima dan yang dikeluarkan, harus selalu memiliki dan menjaga kondisi badan yang selalu fit karena pasti banyak kurang tidur atau begadang yang disebabkan oleh banyaknya tugas yang diberikan, menjaga pola makan yang sehat dan bergizi, dan harus dapat membedakan mana pergaulan yang baik ataupun pergaulan yang buruk yang seharusnya dijauhi dan dihindari.
Meskipun merantau bukanlah hal baru dan pertama bagi Saya, namun merantau di Bandung sangat menguras tenaga Saya. Seperti menghadapi pandangan-pandangan negatif yang disampaikan kepada keluarga Saya akan kekhawatiran-khawatiran mereka terhadap pergaulan Saya kelak disini dapat merusak kepribadian Saya, apalagi dipandang dari kota Bandung yang merupakan kota metropolitan yang tingkat kejahatannya lumayan tinggi, jadi mereka mengkhawatirkan akan keselamatan Saya disini, dan makanan-makanan yang kurang sehat. Kemudian tugas Saya harus dapat meyakinkan keluarga Saya bahwa kekhawatiran-khawatiran tersebut tidak akan terjadi karena Saya pasti dapat memilah-milah mana yang benar dan mana yang buruk, menjaga diri, serta dapat memilih makanan apa yang baik untuk dikonsumsi.
My blog
Selasa, 01 Desember 2015
Be A Colleger is An Advanture
Happy Life is Happy Family
Event Organizer
No
|
Jenis
Peralatan
|
Harga
(Rp.)
|
|
1
|
Kantor
|
20.000.000
|
|
2
|
Gaji
Karyawan
|
80.000.000
|
|
3
|
Biaya
Transportasi
|
100.000.000
|
|
4
|
Peralatan
|
640.000.000
|
|
5
|
Biaya Pembuatan Aplikasi
|
50.000.000
|
|
6
|
Biaya Perijinan Event
|
10.000.000
|
|
7
|
Periklanan
|
100.000.000
|
|
Senin, 30 November 2015
Mempergunakan Teknologi, Bukan dipergunakan Teknologi
Kemajuan teknologi informasi dan komunikasi tidaklah bisa ditebak maupun dihindari. Contohnya di era ’80-an, penduduk Indonesia maupun dunia masih belum mengenal teknologi canggih, penduduk masih memiliki pola pikir sederhana dan cenderung sensitif. Penduduk di era ini masih mengirimkan surat melalui kantor pos ataupun lewat telegram. Adapun warung telepon (wartel) yang dapat dikunjungi apabila ada keperluan, seperti urusan kantor dan memberi kabar atau informasi kepada keluarga, teman, maupun pasangan. Itupun harus mengantre dengan beberapa orang yang memiliki keperluan yang sama, dan harus memiliki dan menghafal nomor telepon tujuan. Alat bantu pekerjaan seperti komputer sayangnya hanya dimiliki oleh beberapa orang saja, yaitu orang-orang yang berpenghasilan tinggi yang “mampu” membeli komputer tersebut. Penduduk di era ini juga cenderung masih menggunakan kendaraan umum seperti; becak, angkutan kota (angkot), bis, metro mini, ataupun bersepeda. Begitu juga kendaraan pribadi seperti sepeda motor dan mobil yang hanya dimiliki oleh sebagian orang “menengah ke atas”.
Pola pikir penduduk dunia khususnya penduduk Indonesia masih tradisional dan sederhana, masih berpegang teguh dengan tradisi dari nenek moyang, aturan-aturan yang berlaku dalam suku tersebut, masih mempercayai hal-hal yang bersifat mistis dengan menyembah dan memberikan sesajen untuk arwah-arwah nenek moyang atau yang mereka percayai lainnya, masyarakat yang terkenal ringan tangan yang masih membudayakan bergotong-royong, ramah tamah, peduli dengan lingkungan sekitar dengan saling tolong menolong dengan sesama masyarakat, dan masih sangat tunduk dengan peraturan ataupun perintah dari orang yang lebih tua. Adapun matapencaharian penduduk Indonesia sebagai petani dan nelayan. Tentu saja cara mereka bertani dan menangkap ikan menggunakan cara dan alat yang sederhana. Yaitu dengan cangkul, tenaga dari hewan kerbau, ataupun tenaga kerja dari petani lainnya. Adapun jala, pukat, bubu, dan serkat ikan merupakan alat tradisional yang digunakan para nelayan untuk menangkap ikan, juga dengan menggunakan kapal yang sederhana.
Seiring berjalannya waktu, teknologi pun masuk dengan cara bertahap. Mulai masuknya telepon genggam/handphone (HP) yang awalnya hanya dimiliki oleh sebagian orang yang bekerja di perkantoran atau masyarakat yang berada di dunia kerja, merambat ke Mahasiswa, anak SMA, SMP, maupun SD. Sampai semakin majunya handphone tersebut menjadi teknologi berbasis Android maupun iOS. Tanpa mengenal tua mudanya seseorang, setiap orang pasti memiliki handphone atau sekarang lebih dikenal dengan gadget. Di gadget ini sendiri pastinya sudah memiliki kapasitas kecepatan internet yang beragam, tergantung merk dan tipenya. Banyak pula ditawarkan berbagai macam merk dan tipe gadget, mulai dari Samsung, Sony Xperia, Nokia Lumia, Oppo, Lenovo, dan merk lainnya. Adapun merk yang sedang di gemari remaja saat ini adalah iPhone. Dengan bodynya yang kecil dan tipis, mudah di genggam, dengan kamera yang terang dan jernih yang dapat mengabadikan moment-moment favorit penggunanya. Aplikasi-aplikasi yang tersedia di gadget ini juga beragam, Playstore untuk Android dan Appstore untuk iOS. Di Playstore ataupun Appstore sendiri pun tersedia banyak aplikasi di dalamnya yang dapat diunduh secara gratis maupun berbayar. Ada aplikasi untuk mempost foto pribadi, update tempat dimana sekarang kita berada dan what are you watching or listening?, chatting dan videocall, e-mailing, browsing, update status, dan lain-lain. Jadi, kehidupan saat ini sangatlah efisien, tanpa pergi jauh-jauh dan menunggu berhari-hari dalam mengirim dan menerima pesan, kita dapat dengan mudah mengirim dan menerima pesan kapan saja dan dimana saja yang hanya memerlukan hitungan detik saja. Penggunaan komputer di era ini mulai merajai setiap rumah yang ada, dengan bantuan wifi speedy, penggunaan komputer ini menjadi semakin komplit. Namun hal ini tidaklah bertahan lama, kemudian terlahirlah teknologi baru yang bernama laptop. Yaitu komputer jinjing, maksudnya dengan fungsi dan kegunaan yang sama seperti komputer, namun lebih efisien, bisa dijinjing dan dibawa kemana-mana. Kemudian berganti zaman, muncul lah sebuah teknologi canggih, seperti handphone, namun dapat menyimpan data pdf, Microsoft office, dan software membuat laporan lainnya bernama tablet. Teknologi ini juga banyak diminati masyarakat, karena sangat efektif dalam penggunaan maupun membawanya kemanapun kita berada. Kendaraan seperti sepeda motor juga sudah merajai pasar produksi, apalagi sekarang sudah menjadi kebutuhan pokok masyarakat di era ini. Bahkan, pengguna mobil pun bukan lagi dari golongan menengah keatas saja, melainkan tingkat pelajar ataupun mahasiswa juga, dan itu tak menjadi permasalahan bagi siapapun.
Pola pikir penduduk Indonesia pada saat ini juga sudah mulai berkembang, berpemikiran ke depan, mandiri, dan rasional. Masyarakat ini sudah mulai maju, sudah tidak terlalu mengikuti tradisi maupun adat lagi, dan mulai lunturnya kepercayaan masyarakat terhadap hal-hal yang bersifat mistis. Namun, hal ini menimbulkan dampak negatif, yaitu lunturnya budaya gotong-royong dan membantu sesama masyarakat sekitar. Di era ini masyarakat cenderung mementingkan diri sendiri dan individualisme, hal itu dikarenakan dampak dari sifat mandiri yang berkelanjutan. Tenaga kerja dari petani yang dipergunakan untuk membantu kelancaran kerja pun digantikan dengan alat-alat canggih yang cara kerjanya hanya diatur oleh satu petani saja. Misalnya seperti adanya traktor untuk membajak sawah. Juga dengan munculnya metode-metode baru dalam teknik penangkapan ikan dan terdapat peralatan elektronik seperti warna echo sounder, warna net recorder, satu set radar (deteksi radio dan mulai), dan sistem navigasi satelit.
Hal ini tanpa disadari dan diduga bahwa teknologi semakin lama seiring perkembangan zaman semakin maju dan berkembang. Kemudian dengan cepatnya manusia mengenal dan menggunakan teknologi baru tersebut. Padahal di era ’80-an manusia mungkin sama sekali tidak berpemikiran maju ataupun tidak berpemikiran akan adanya teknologi maju dan canggih yang muncul di bumi ini yang dapat meringankan beban manusia dalam berhubungan kapanpun dan dimanapun mereka berada, ataupun dengan siapa kita ingin berkomunikasi, mempermudah segala pekerjaan dalam membuat laporan dan makalah ataupun pekerjaan dibidang lainnya.
Kemungkinan kemunculan teknologi baru di lima tahun kedepan ataupun di masa depan menurut Saya tidak dapat ditebak, karena teknologi baru yang muncul bisa saja hal-hal yang tidak pernah kita fikirkan sebelumnya, atau bisa saja tidak masuk akal. Banyak orang yang memprediksi tentang teknologi di tahun 2020, yaitu:
-Internet akan berevolusi menjadi sarana komunikasi instan, tanpa peduli jarak
-Komputer kuantum komersial yang pertama akan tersedia pada pertengahan tahun 2020
-PC seharga US$1000 akan memiliki kemampuan memproses setara dengan otak manusia, bahkan setara dengan otak manusia satu kampung
-Seluruh dunia masing-masing orang rata-rata akan menyimpan data pribadi sebesar 130 terabyte
-Di lima tahun kedepan akan ada lebih banyak perangkat yang online daripada manusianya
-Penerjemah bahasa universal akan menjadi hal yang umum di setiap perangkat
-Permukaan apapun dapat dijadikan layar tampilan
Menurut Saya, prediksi-prediksi tersebut bisa saja terjadi karena banyaknya teknologi yang tercipta kemudian diseimbangi dengan banyaknya peminat teknologi tersebut. Jadi, bisa saja ilmuan atau pencipta teknologi memperbaharui teknologi yang sudah ada menjadi teknologi yang lebih canggih yang membuat penggunanya puas terhadap teknologi ciptaan tersebut.
Jadi, teknologi itu bisa kapan saja berkembang dalam kurun waktu yang relatif singkat, namun tidak bisa kita hindari. Kita sebagai manusia (consument, user) hanya bisa menikmati, menggunakan, dan memanfaatkan teknologi yang ada tersebut. Namun, kita harus mengontrol diri agar tidak terhanyut dan dipergunakan oleh teknologi canggih karena akan semakin lama semakin diperbaharui lagi sehingga lama-lama teknologi-teknologi tersebut lambat laun seperti merajai diri kita dan biasanya berdampak negatif terhadap kepribadian bangsa kita sendiri. Pergunakanlah teknologi canggih tersebut untuk mengasah pengetahuan dan sekedar kita tahu perkembangan teknologi saja.
Disiplin yang Tercipta dari Kemandirian Diri
Sejak kecil, orang tua Saya khususnya ayah mengajarkan Saya untuk memupuk kemandirian dalam diri. Ia selalu menceritakan pengalamannya sewaktu muda, jerih payahnya meraih cita-citanya, jatuh bangun membangun keluarga kecilnya, mengajarkan betapa pentingnya menikmati setiap proses yang terjadi, dan selalu sabar menghadapi rintangan dan tantangan yang ada. Mama juga mengajarkan untuk tegar, tidak boleh mudah mengeluh, karena sesungguhnya setiap masalah yang ada itu haruslah diselesaikan dengan sabar dan ikhlas. Karena tak selamanya apa yang dibayangkan buruk itu akan terjadi hal yang buruk juga.
Tak lupa pula dalam segi agama, ayah selalu memupuk rasa cinta kepada Allah SWT kepada Saya dengan membiasakan sholat maghrib berjamaah, kemudian dilanjutkan dengan tadarusan bersama. Tak hanya kebiasaan itu, ayah juga mendaftarkan Saya ke Yayasan Pendidikan Agama. Disana pada setiap sore hari mengajarkan pendidikan agama Islam, seperti kewajiban-kewajiban yang harus dilakukan oleh umat Islam, kisah-kisah Nabi dan Rasul-Nya, perjuangan-perjuangan khalifah guna mempertahankan agama Islam, dan sejarah-sejarah Islam, sehingga ayah tidak terlalu sulit lagi dalam membimbing kami dalam mengajarkan agama Islam. Kami juga diajarkan komitmen untuk menutup aurat dengan menggunakan hijab sedari SMP, belajar berpuasa sedari SD kelas 2, dan menjaga diri karena sudah baligh.
Hal yang terpenting lainnya, Ayah selalu memberikan motivasi-motivasi dalam hal pendidikan, mensupport tanpa batas, Ayah tidak pernah menuntut Saya dalam memilih cita-cita dan masa depan kedepan yang akan Saya jalani. Karena menurutnya segala sesuatu yang dipilih sendiri lebih berpengaruh besar ke diri sendiri dibandingkan menjalankan pilihan dari orang lain. Biasanya Mama memberikan hadiah kepada Saya apabila Saya mendapatkan juara di kelas dan mengajak kami liburan ke tempat yang kami inginkan. Karena mereka bilang segala sesuatu yang indah memang harus dicapai walaupun dengan susah payah, namun bukan berarti hal yang susah itu berdampak buruk bagi kehidupan.
Di era modern ini, perkembangan teknologi seperti HP ataupun tablet yang saat ini membuat remaja lupa waktu karena selalu asyik menggunakannya. Namun Ayah sangat melarang keras menggunakan HP pada saat-saat tertentu seperti saat makan, berkumpul dengan keluarga besar, berdiskusi dengan Ayah dalam membahas masa depan, karena segala sesuatu harus dapat kita lakukan dengan pintar membagi-bagi waktunya. Namun Ayah mengajarkan bahwa teknologi atau ilmu komunikasi harus kita gunakan dengan sebaik mungkin, seperti menggunakan sosial media guna berkomunikasi dengan keluarga besar yang berada jauh di kota yang berbeda, sehingga menciptakan kekeluargaan yang harmonis.