Hallo,
perkenalkan Saya Syntiara Findha, 18 tahun, Saya anak ketiga dari lima bersaudara, yang biasa dipanggil Tia.
Menurut cerita Mama, arti nama Saya Synto yang artinya obat atau peralatan
medis yang berguna untuk merangsang keluarnya bayi dari rahim seseorang, karena
katanya Saya melebihi batas tanggal lahir dan pada saat itu Mama menginginkan
sebuah perhiasan mutiara yang kemudian membuat Ayah bingung bagaimana
mengabulkannya. Karena di zaman dahulu masih zaman susah, jadi Ayah hanya
mengabaikan permintaan Mama saja, namun lama kelamaan Mama terus-menerus
meminta perhiasan mutiara tersebut yang pada akhirnya membuat Ayah bingung dan
akhirnya mendapatkan ide untuk meminjam perhiasan tersebut dengan rekan
kerjanya yang kebetulan memiliki toko perhiasan. Seusai Ayah memberikan
perhiasan tersebut, Mama dengan senangnya memegang perhiasan tersebut. Hingga
pada keesokan harinya Saya lahir. Maka dari itu Saya dinamakan Tiara yang
memiliki arti mutiara. Dan arti Findha adalah singkatan nama kakak-kakak Saya,
Fanny dan Adha. Kakak Saya yang paling tua bernama Fanny Nurina, 23 tahun, Ia
sudah menikah, dia sekarang sedang
bekerja di kantor BNN kota Binjai. Kata orang, Saya sangat mirip dengannya, tak tahu dari
segi fisik maupun sifat dan sikap. Emang sih Saya juga merasakan hal yang sama,
Ia selalu jadi tempat curhat Saya dalam berbagai hal. Lain halnya seperti
kakak Saya yang kedua, Adha Wiradani, 21 tahun, Ia baru saja lulus dari gelar sarjananya di D3 Manajemen
Pemasaran Politeknik Pos Bandung yang
cenderung memiliki sikap yang agak cuek dan tomboy yang terkadang membuat Saya kurang nyambung
untuk berbicara dengannya. Sifat tersebut juga sama dengan adik Saya yang
pertama yang bernama Ratu Namira, 9 tahun. Namanya saja yang Ratu namun
kelakuannya seperti laki-laki. Dia juga tomboy dan sedikit pemarah. Adik Saya
yang paling kecil masih berumur 1 tahun yang sifatnya masih belum diketahui,
namun Ia tak bisa jauh dari Ayah dan Mamanya. Oiya, Ayah Saya bekerja sebagai
kepala di kantor BNN kota Binjai, Ia berusia 52 tahun. Ayah termasuk orang yang
agak cuek dengan anak-anaknya, karena Ayah tidak mau memanjakan anak-anaknya,
Ia selalu mengajarkan kami untuk berkehidupan mandiri dan harus percaya diri. Namun
cuek bukan berarti tidak peduli, maklum namanya juga seorang pria yang harus
terlihat gagah dan kuat di depan anak-anaknya, Ia selalu tegas dan sabar dalam
menghadapi kami keluarga kecilnya. Sejak Saya duduk di bangku SMP kelas 1 semester 2 Mama meninggalkan kami
karena sakit yang telah lama Ia derita, namun hal tersebut tidak membuat kami
hancur, dengan cobaan ini kami terdidik lebih dewasa dalam menghadapi masalah
seberat apapun, harus tetap sabar dan menghadapinya dengan senyuman. Beberapa tahun
setelah kepergian Mama Ayah menikah lagi dengan seorang wanita karier yang
kemudian berubah profesi sebagai ibu rumah tangga semenjak menikah. Ia sangat
baik dan perhatian terhadap Ayah dan anak-anaknya meskipun kami bukan anak
kandungnya namun perhatiannya tak terbedakan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar