Selasa, 01 Desember 2015

Happy Life is Happy Family



            Hallo, perkenalkan Saya Syntiara Findha, 18 tahun, Saya anak ketiga dari lima bersaudara, yang biasa dipanggil Tia. Menurut cerita Mama, arti nama Saya Synto yang artinya obat atau peralatan medis yang berguna untuk merangsang keluarnya bayi dari rahim seseorang, karena katanya Saya melebihi batas tanggal lahir dan pada saat itu Mama menginginkan sebuah perhiasan mutiara yang kemudian membuat Ayah bingung bagaimana mengabulkannya. Karena di zaman dahulu masih zaman susah, jadi Ayah hanya mengabaikan permintaan Mama saja, namun lama kelamaan Mama terus-menerus meminta perhiasan mutiara tersebut yang pada akhirnya membuat Ayah bingung dan akhirnya mendapatkan ide untuk meminjam perhiasan tersebut dengan rekan kerjanya yang kebetulan memiliki toko perhiasan. Seusai Ayah memberikan perhiasan tersebut, Mama dengan senangnya memegang perhiasan tersebut. Hingga pada keesokan harinya Saya lahir. Maka dari itu Saya dinamakan Tiara yang memiliki arti mutiara. Dan arti Findha adalah singkatan nama kakak-kakak Saya, Fanny dan Adha. Kakak Saya yang paling tua bernama Fanny Nurina, 23 tahun, Ia sudah menikah, dia sekarang sedang bekerja di kantor BNN kota Binjai. Kata orang, Saya sangat mirip dengannya, tak tahu dari segi fisik maupun sifat dan sikap. Emang sih Saya juga merasakan hal yang sama, Ia selalu jadi tempat curhat Saya dalam berbagai hal. Lain halnya seperti kakak Saya yang kedua, Adha Wiradani, 21 tahun, Ia baru saja lulus dari gelar sarjananya di D3 Manajemen Pemasaran Politeknik Pos Bandung yang cenderung memiliki sikap yang agak cuek dan tomboy yang terkadang membuat Saya kurang nyambung untuk berbicara dengannya. Sifat tersebut juga sama dengan adik Saya yang pertama yang bernama Ratu Namira, 9 tahun. Namanya saja yang Ratu namun kelakuannya seperti laki-laki. Dia juga tomboy dan sedikit pemarah. Adik Saya yang paling kecil masih berumur 1 tahun yang sifatnya masih belum diketahui, namun Ia tak bisa jauh dari Ayah dan Mamanya. Oiya, Ayah Saya bekerja sebagai kepala di kantor BNN kota Binjai, Ia berusia 52 tahun. Ayah termasuk orang yang agak cuek dengan anak-anaknya, karena Ayah tidak mau memanjakan anak-anaknya, Ia selalu mengajarkan kami untuk berkehidupan mandiri dan harus percaya diri. Namun cuek bukan berarti tidak peduli, maklum namanya juga seorang pria yang harus terlihat gagah dan kuat di depan anak-anaknya, Ia selalu tegas dan sabar dalam menghadapi kami keluarga kecilnya. Sejak Saya duduk di bangku SMP kelas 1 semester 2 Mama meninggalkan kami karena sakit yang telah lama Ia derita, namun hal tersebut tidak membuat kami hancur, dengan cobaan ini kami terdidik lebih dewasa dalam menghadapi masalah seberat apapun, harus tetap sabar dan menghadapinya dengan senyuman. Beberapa tahun setelah kepergian Mama Ayah menikah lagi dengan seorang wanita karier yang kemudian berubah profesi sebagai ibu rumah tangga semenjak menikah. Ia sangat baik dan perhatian terhadap Ayah dan anak-anaknya meskipun kami bukan anak kandungnya namun perhatiannya tak terbedakan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar